Resiko Orang Ganteng

749

Ada mitos yang beredar ketika seorang ibu hamil apabila sering membaca surat Yusuf maka kelak apabila dikaruniakan anak laki-laki akan ganteng seperti Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Sedangkan apabila menghendaki anak perempuan maka yang dibaca adalah surat Maryam, supaya anaknya seperti Sayyidah Maryam. Sebenarnya membaca surat Yusuf atau surat Maryam di saat hamil tidak ada haditsnya atau disebutkan dalam al-Qur’an. Tapi maksud dari membaca surat Yusuf ataupun surat Maryam adalah si ibu berharap kelak anak yang dikandungnya memiliki sifat sebagaimana sifat penyabar dan tangguh yang dimiliki Nabi Yusuf ‘alaihissalam dan Sayyidah Maryam.

Banyak orang yang bercita-cita menjadi orang ganteng atau memiliki anak ganteng seperti Nabi Yusuf. Sudah mahsyur jikalau Nabi Yusuf terkenal dengan kegantengannya yang Masya Allah. Dan ini disebutkan dalam al-Qur’an, diabadikan dalam satu surat dengan nama Nabi Allah yang luar biasa tangguh ini, yaitu surat Yusuf.

Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam, Sang Manusia Super Ganteng, diceritakan dalam surat Yusuf secara gamblang. Tapi banyak yang lupa bahwa kehidupan Sang Manusia Super Ganteng ini penuh dengan resiko dan tidak semulus kegantengannya. Resiko yang dialami Nabi ganteng ini adalah disayang orang tua, dibenci saudara, dibuang ke sumur, ditemukan oleh kafilah dagang dan dijual sebagai budak, digodain majikan, difitnah oleh wanita, dijadikan objek balas dendam, dipenjara, dilupakan teman, diangkat jadi menteri, kemudian saudaranya difitnah, memaafkan saudaranya dengan penuh keikhlasan.

Resiko yang pertama dialami oleh orang ganteng adalah disayang oleh orangtuanya tapi sangat dibenci oleh saudaranya. Hal ini dituliskan dalam surat Yusuf, saking bencinya saudara-saudara Yusuf kepadanya, mereka membuat makar untuk membuang Yusuf ‘alaihissalam ke dalam sumur. Ini adalah resiko kedua orang ganteng, dibuang ke sumur.

Dan ternyata dibuang ke sumur belum cukup, masih ada lagi resiko kehidupan yang dihadapi oleh Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Setelah dibuang ke sumur, Yusuf ditemukan oleh kafilah dagang yang kemudian menjualnya kepada seorang Mesir untuk dijadikan budak dengan harga yang murah. Setelah dibeli oleh orang dari Mesir tadi, Nabi Yusuf digoda oleh istrinya al-Aziz yang membeli Yusuf (red. nama pembeli Yusuf, bukan al-Aziz, maksud al-Aziz di sini adalah seorang pejabat). Si imroah al-Aziz atau bahasa kerennya si oknum istri pejabat ini menggoda Yusuf dan memfitnahnya. Jadi ceritanya si oknum istri pejabat ini tidak ridho ditolak oleh Nabi Yusuf. Padahal dia sudah berusaha maksimal untuk menggodanya. Akhirnya dia memfitnah Yusuf dengan mengatakan bahwa dirinya telah digoda Yusuf.

Resiko orang ganteng selanjutnya adalah dipenjara. Sang oknum istri pejabat ini memfitnah Nabi Yusuf ‘alaihissalam dan mengadukannya kepada sang suami. Akhirnya Nabi Yusuf ‘alaihissalam pun dipenjara. Tidak hanya berakhir sampai disitu. Di dalam penjara, Nabi Yusuf ‘alaihissalam diminta untuk menakwilkan mimpi dua orang yang ia temui di penjara. Salah satu dari temannya tadi ditakdirkan Allah untuk keluar dari penjara. Sebelum keluar dari penjara, Nabi Yusuf berpesan pada temannya untuk menceritakan kepada Raja bahwasanya dia masuk penjara karena difitnah. Si temennya sudah mengiyakan. Malangya Yusuf, temannya tadi melupakan pesan yang ia titipkan untuk Raja. Resiko orang ganteng berikutnya adalah dilupakan oleh teman.

Sayangnya, teman Nabi Yusuf baru ingat pesan yang ia sampaikan setelah sekian tahun. Pesan Nabi Yusuf baru diingat ketika Raja meminta  untuk dicarikan orang yang dapat menakwilkan mimpi. Yusuf ‘alaihissalam berhasil menakwilkan mimpi sang Raja dan akhirnya terbebas dari penjara kemudian diangkat menjadi menteri. Resikonya jadi menteri adalah super sibuk. Ada saudaranya datang ke kerajaan tapi tidak bisa menemui. Setelah itu, saudara Sang Manusia Ganteng difitnah mencuri. Dan Nabi Yusuf ‘alaihissalam diminta untuk mengadili saudaranya. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita manakala kita menjadi seorang penegak hukum dan tiba-tiba dihadapkan dengan saudara kita, perasaan kita pasti nano-nano.

Dan inilah beberapa resiko yang harus dihadapi oleh orang ganteng. Kisah lengkapnya bisa dibaca di al-Qur’an surat Yusuf. So…masih pengen jadi orang ganteng?

Wallahu a’lam bishowab

SHARE