Sukses Bersama Al-Qur’an

288

Kawan, apakah selama ini kamu merasa bahwasannya perjuangan kita dalam menghafal Al-Qur’an selama ini sia-sia ? Apakah kamu merasa bahwasannya orang yang menghabiskan waktunya untuk menghafal Al-Qur’an itu akan menjadikan buram masa depannya ? Mengapa kita selama ini menganggap demikian ? Apakah karena selama ini kita melihat orang yang menghabiskan waktunya untuk menghafalkan Al-Qur’an, memahaminya, dan memaknainya  masa depannya hanya menjadi seseorang yang pekerjaannya “hina” seperti tukang ojek, nelayan, buruh, dan pembantu ?

Kawan, janganlah berpikir demikian ! karena, yang menganggap pekerjaan itu tidak ada hubungannya dengan predikat kita sebagai penghafal Al-Qur’an. Mengapa kita tidak melihat Hafizh yang pekerjaannya adalah pekerjaan yang mulia seperti pebisnis, pengusaha, dan CEO perusahaan ?

Apakah ada ? Tentu saja ! mungkin, selama ini kita menganggap bahwa selama ini orang yang menghafal Al Qur’an, masa depannya  hanya menjadi pesuruh. Mulai sekarang, hilangkan segera pemikiran “sesat” itu kawan! Sekali lagi kukatakan, banyak sekali hafizh yang sukses di masa depannya dalam sisi pekerjaan. Ada yang menjadi pengusaha, pebisnis, dan CEO perusahaan sedangkan dia adalah hafizh. Mulai sekarang ubahlah mindset kita kawan!

Karena sesungguhnya, tujuan dari menghafal Al-Qur’an itu bukanlah untuk mengejar kehidupan dunia. Apakah kita bangga jika dikatakan sebagai hafizh lantas menjadikan kita malas-malasan dalam mengais rezeki Alloh yang bertebaran dimuka bumi ini? Apakah tujuan kita dalam menghafal Al-Qur’an itu hanya untuk bisa masuk universitas ternama dengan gampang dan dipanggil orang untuk tasmi’ dimana-mana ? Hina!  Sungguh hina kawan, kalau misalnya kita menghafal Al-Qur’an hanya untuk mencari kehidupan dunia. Karena sesungguhnya, tujuan kita dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an hanyalah untuk mencari keridhoan Alloh dan syafa’at dari Al-Qur’an kepada kita dan orangtua di akhirat kelak.

Ingatlah suatu masa ketika kita semua dikumpulkan di suatu padang yang sangat luas, matahari begitu teriknya dan hanya berjarak sejengkal di atas kepala kita. Ya Alloh, begitu “kejamnya” hari pada waktu itu. Kita semua menunggu dalam kepasrahan seraya berharap semoga Alloh mempercepat perhitungan ini dan memasukkan kita ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka, Na’udzubiilahi min dzalik.

Lalu, datanglah suatu makhluk yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Makhluk itu mambantu kita dan menggiring kita ke dalam syurga, sedangkan manusia yang lain dalam kebimbangan dan kebingungan, “siapa yang akan menolong kita ?”

Waktu itu kita sangat beruntung karena ada yang mambantu kita ke syurga. Coba bayangkan, betapa bahagiannya kita waktu itu. Di saat orang lain bingung memikirkan dirinya masing-masing, kita sudah sampai di gerbang syurga yang megah dan indah. Lantas kita bertanya, “siapakah kamu ?” makhluk itu berkata, “Aku adalah Al-Qur’an yang membuatmu menghindari  kemaksiatan di siang hari dan membuatmu terjaga dari kematian pada malam hari. Hari ini, kamu telah mendapakan hasil dari kerja kerasmu selama ini, dan kepada orangtuamu, akan dipakaikan kepada mereka mahkota kebanggaan dan jubah yang sangat halus dan lembut. Mulai saat ini, nikmatilah syurga- Nya bersama orangtuamu”.

Masya Alloh, betapa bahagianya seorang penghafal Al-Qur’an yang senantiasa merutinkan dirinya untuk menghafal  dan memahami Al-Qur’an. Pada waktu itu orang yag paling bahagia di syurga adalah mujahid fii sabiilillah, ulama yang senantiasa mengajak manusia untuk menggapai syurganya dan  para penjaga Al-Qur’an . Selamat berbahagia di syurga kelak wahai para penjaga Al-Qur’an.

Ditulis oleh Muhammad Zaini santri MATIQ Isy Karima

BAGIKAN