Terjadi Super Blood Blue Moon, Isy Karima Gelar Shalat Khusuf

511

Ma’had Tahfizhul Qur’an (MTQ) Isy Karima menggelar shalat gerhana atau shalat khusuf pada Rabu (31/01/2018). Ratusan santri dan masyarakat memenuhi Masjid Bilal dan ruang Ibnu Abbas. Peristiwa Super Blood Blue Moon yang hanya terulang ratusan tahun sekali ini, Alhamdulillah disikapi dengan menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Setelah shalat Isya’ berjamaah, Syeikh Ramadhan Abdul Karim menjelaskan tentang bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyikapi gerhana. Ketika Rasulullah melihat gerhana atau mendapatkan informasi tentang gerhana dari para sahabat, beliau lalu mengajak para sahabat untuk ke masjid dan menggelar shalat gerhana. Shalat khusuf sendiri dilakukan dua rakaat dengan 4 kali Alfatihah dan 4 kali ruku.

Shalat gerhana diimami oleh Syeikh Muammar dari Yaman. Setelah lebih dari setengah jam melaksanakan shalat gerhana, lalu dilanjutkan dengan khutbah.

Syeikh Muammar menyampaikan bahwa fenomena gerhana bukanlah fenomena rutin biasa melainkan tanda agar kita, hamba-Nya, memiliki rasa takut kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mampu melakukan apapun bahkan kelak membenturkan matahari dan bulan, angkasa raya ini berjatuhan dan menimpa bumi. Dan tak ada tempat kita untuk berlari.

Gerhana juga mengingatkan kita agar lebih banyak mengingat akhirat. Jangan dekati zina. Untuk istri, jangan durhakai suami. Jangan lakukan sesuatu yang membuat Allah tidak ridho kepada kita.

Semoga Allah merahmati kita dan bertambah iman serta rasa takut kita. Perbanyak sedekah, rajin-rajinlah mengingat mati dan akhirat. Semoga Allah mengumpulkan kita dengan Rasulullah di surgaNya Allah nanti.[rep:agng]

SHARE