Nonton Bareng Film Dokumenter Penghapusan 7 Kata dalam Piagam Jakarta

494
isykarima nonton film dokumenter penghapusan 7 kata dalam piagam jakarta

Kamis (24/8/2017), ratusan santri dan keluarga Ma’had Isykarima nonton bareng film dokumenter “Toedjoeh Kata”. Bertempat di Auditorium MTQ Isykarima, film pendek yang berkisah tentang saat-saat penghapusan kalimat “Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya” dalam Piagam Jakarta menjadi hanya “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang menjadi sila pertama Pancasila, sukses membius para penonton. Acara yang dimulai sejak pukul 18.30 ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan Muhammad Bayu Seto, sutradara film “Toedjoeh Kata”.

“Sejarah itu subjektif dan bahkan ada yang bilang bahwa sejarah itu milik pemenang. Sejarah ini mungkin tidak ditutupi, tapi sengaja dilupakan. Seakan-akan peristiwa hilangnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta ini lewat begitu saja. Saya tidak ingin ada keterputusan sejarah. Sejarah ini jangan sampai dilupakan orang, jangan sampai dilupakan umat muslim.” tutur Bayu Seto.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Isykarima, Ustadz Syihabbudin Abdul Muiz Al Hafizh sangat mengapresiasi film pendek ini. Beliau mengungkapkan bahwa dua pertiga isi Al Qur’an berbicara tentang sejarah, bahkan Al Quran merevisi kisah-kisah Israiliyat. Peristiwa penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah sejarah yang menyakitkan kaum muslimin, tetapi sekaligus sejarah kelapangan kaum muslimin. Ini adalah sejarah milik kaum muslimin.

“Negara ini dihasilkan dari istikhoroh ulama, bahwa hasil istikhoroh ini dan ending dari bangsa Indonesia akan jadi negara super power dan pusat peradaban dunia. Apa yang dilakukan oleh para ulama tidak akan sia-sia. Jangan terlalu pesimis, fokus membangun bangsa menjadi bangsa besar.” ujar Ustadz Syihab penuh optimis sembari memompa semangat para santri.

Kini tugas para dai dan para santri untuk melanjutkan perjuangan ulama terdahulu. Kita wajib mengungkapkan sejarah ini kepada masyarakat terutama umat Islam. Mari memperbaiki diri ini dengan dien Islam, berdakwah dengan baik, mendirikan pesantren-pesantren, berkarya nyata di berbagai bidang kehidupan, hingga saatnya nanti insya Allah Indonesia akan jadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.

[rep:agng]

isykarima nonton film dokumenter penghapusan 7 kata dalam piagam jakarta
SHARE