Dauroh Akhir Bulan – Menuntut Ilmu dengan Hati yang Bening

427
Dauroh Aswaja Februari 2018

Bertempat di Masjid Bilal MTQ Isykarima, Syeikh Ramadhan Abdul Karim melanjutkan pembahasan Kitab Tazkirah Sami’ wa al-Mutakallim fi Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, karangan Syaikhul Islam Qadhi Badaruddin Muhammad bin Ibrahim Ibnu Jamaah al-Kinani asy-Syafii (639 H-733 H). Dauroh rutin yang dilakukan setiap bulannya ini diikuti oleh ratusan santri, santriwati dan asatidzah dari unit STIQ, MATIQ, IMTAQ dan MQBA selama dua hari sejak Rabu (28/02/2018). 

Pada bulan ini beliau mendahulukan bab ketiga, yaitu bab adab seorang penuntut ilmu, dikarenakan tidak lama lagi santri kelas 3 insya Allah akan menyelesaikan pendidikannya di Isy Karima. Diharapkan dengan pembekalan tersebut seluruh santri saat ini dan kedepannya menjadi seorang penuntut ilmu yang beradab dan berakhlak mulia.

Syeikh Ramadhan dalam lanjutan pembahasan kitab ini menyampaikan bahwa ilmu hanya bisa didapatkan dengan hati yang bening. Seperti halnya solat yang harus diawali dengan wudhu, kita wajib membersihkan hati sebelum menuntut ilmu. 

Ada beberapa cara untuk membersihkan hati. Pertama membaca Al-Qur’an dengan niat membersihkan hati, menghafalkan, mentadaburi serta memahami Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan memperbanyak dzikir, istighfar, taubat, serta mengkondisikan diri dan mentadaburi hal-hal yang bisa membuat kita mencintai Allah. Jangan lupa juga untuk melaksanakan amalan sunnah. 

Beliau menjelaskan bahwa hati yang bersih laksana tanah yang subur. Dengan turunnya hujan, dari tanah subur tersebut akan tumbuh berbagai tanaman. Jika hujan diibaratkan ilmu, maka hanya hati bersih yang bisa menumbuhkan pemahaman dan hikmah dari ilmu tersebut. 

Semoga lahir dari Ma’had Isy Karima ini  para ahlul Qur’an dengan hati yang bersih. Barakallahufikum. [rep:agng]

SHARE