STIQ

Sejarah Singkat STIQ Isy Karima

Perkembangan dan perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat akibat proses pembangunan, ekonomi dan globalisasi, semakin mendekati semua lapisan dalam masyarakat, baik didaerah perkotaan maupun pedesaan. Era sistem informasi modern telah menjadikan jarak tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai sebuah peristiwa atau penemuan baru di bidang pengetahuan. Gejala ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi persaingan global. Hal inilah yang menjadikan posisi upaya pengembangan sistem pendidikan yang mandiri dan professional menjadi sangat srategis. Karena kualitas sumber daya manusia akan sangat ditentukan oleh kualitas sistem pendidikannya.

Awal berdirinya Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karanganyar Surakarta Jawa Tengah pada tahun 1999 yang lalu, dimulai dengan pendidikan Ma’had ‘Aly setingkat D2 yang berbasis pesantren, dimana seluruh mahasantrinya diwajibkan khatam menghafal Al-Qur’an 30 Juz selama 2 tahun. Jumlah mahasantri angkatan pertama sebanyak 16 orang tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an (MATIQ). Pada perkembangan selanjutnya Ma’had ‘Aly berkembang menjadi D3.

Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima sebagai salah satu lembaga pendidikan pesantren berbasis hafalan Al-Qur’an yang menekankan nilai-nilai keagamaan (keislaman) tentu harus merespon segala bentuk perkembangan dan perubahan di masyarakat tersebut secara proporsional dan profesional. Karena itu Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Is Karima dituntut untuk dapat mewujudkan sistem dan desain pendidikan yang mandiri, partisipatif dan aktif, sehingga mampu berperan seacra maksimal dalam membantu masyarakat menghadapi perubahan dan perkembangan zaman.

Menyadari fenomena tantangan tersebut, Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima bertekad untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan dan tuntutan masa depan. Salah satu langkah kongkrit untuk mengawali program tersebut, Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karanganyar Surakarta Jawa Tengah bermaksud mengembangkan dan juga sekaligus menyelenggarakan pendidikan setingkat perguruan tinggi dengan jenjang Sarjana (S1) dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an yang disingkat dengan STIQ.

Alhamdulillah atas izin Allah SWT, tepatnya pada tanggal 27 Januari 2012 STIQ Isy Karima telah mendapatkan SK izin operasional resmi dari Kemenag Pusat no. DJ.I/149/2012, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Peningkatan akselerasi pendidikan tenaga pengajar/dosen sangat dibutuhkan di lingkungan STIQ Isy Karima, untuk itulah dengan bantuan/beasiswa dari Yayasan (YSPII) beberapa asatidz meneruskan studiMaster (S2) di IAIN Surakarta dengan program studi yang sama yaitu Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir. Dengan harapan setelah menyelesaikan studi masternya mereka dapat mengajar di STIQ isy Karima.

Visi, Misi dan Tujuan STIQ ISY KARIMA

1. Visi Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima
Mencetak kader ulama hafizh yang berjiwa da’i dan mujahid.

2. Visi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Terwujudnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang memiliki keunggulan dalam bidang tahfizh, ilmu al-Qur’an dan tafsir, didasarkan pada iman dan taqwa.

3. Misi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
a. Menyelenggarakan pendidikan tinggi ilmu Al-Qur’an yang berbasis pesantren.
b. Mensyi’arkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
c. Mengembangkan pusat kajian ilmu Al-Qur’an.

4. Tujuan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
a. Menyelenggarakan kajian ilmu tafsir ulama salaf dalam konteks.
b. Mencetak kader pemimpin yang mempunyai kemampuan menejerial berbasis pesantren.
c. Memahamkan kepada masyarakat tentang kandungan Al-Qur’an sebagai pedoman dan solusi kehidupan.

Selengkapnya kunjungi: http://www.stiqisykarima.ac.id/