Kuliah Umum Telaah Geopolitik Baitul Maqdis Bersama Prof. Dr. Abd al-Fattah el-Awaisi

833
isykarima prof fatah palestina

Ahad (20/8/17), STIQ Isy Karima mengadakan kuliah umum seputar al-Aqsa. Pembicara dalam kuliah umum bertema ‘Telaah Geopolitik Baitul Maqdis : Lingkaran Barokah dan Sejarah’ adalah Prof. Dr. Abd al-Fattah el-Awaisy pendiri ISRA (Islamic Jerusalem Research Academy).

Ustadz Dzikrullah W. Pramoedya​, ketua ISA dan founder Sahabat al-Aqsha yang bertindak sebagai penerjemah membuka kuliah umum dengan penjelasan mengenai pentingnya studi mengenai Baitul Maqdis. Ustadz Dzikrullah menyampaikan bahwasanya tidak mungkin Baitul Maqdis dibebaskan tanpa landasan ilmu yang benar mengenai Baitul Maqdis itu. Oleh sebab itu, penting sekali menyisipkan materi tentang Baitul Maqdis ini ke dalam bidang akademik.

Dalam kuliah umum ini, Prof. Dr. Abd al-Fattah el-Awaisy menjelaskan telaah geopolitik Baitul Maqdis. Beliau tidak hanya menjelaskan tentang geopolitik Baitul Maqdis, tetapi juga mengaitkan dengan ayat-ayat tentang Baitul Maqdis dan kebarokahan Baitul Maqdis serta daerah sekitarnya. Pendiri Islamic Jerussalem Research Academy ini juga menegaskan penyebutan kata Baitul Maqdis bukan Palestina atau al-Quds yang sesuai ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menilai bahwa penggunaan kata Baitul Maqdis adalah sunnah. Sedangkan kata Palestina beserta simbol negaranya saat ini adalah bentukan Inggris.

Prof. Dr. Abd al-Fattah el-Awaisy memaparkan peta geopolotik di sekitar Baitul Maqdis. Di sekitar Baitul Maqdis ada empat wilayah strategis yaitu Mesir, Syiria, Iraq dan Turki yang merupakan kawasan pelindung Baitul Maqdis. Mesir dan Syiria adalah kawasan paling strategis. Dan dua kawasan ini harus dibebaskan terlebih dahulu untuk bisa membebaskan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

Di akhir acara professor yang memiliki kunniyah Abu Kholid ini memberikan bingkisan berupa tanah yang beliau bawa dari halaman Masjidil Aqsa kepada Dewan Pengasuh Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Isy Karima yang diberikan kepada Ibu dr. Isye Kusumawardhani. Prof. Dr. Abd al-Fattah el-Awaisy berharap semoga kajian Baitul Maqdis ini bisa segera masuk ke mata perkuliahan di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Beliau juga memberikan sebuah plakat batu marmer dari Masjidil Aqsha untuk Perguruan Tinggi pertama di Indonesia yang membuka program studi Baitul Maqdis ini.

Semoga ilmu yang beliau sampaikan dapat mengobarkan semangat kita untuk lebih bersemangat lagi menimba ilmu dan memantaskan diri untuk menjadi pembebas Masjidil Aqsha kelak. Allahu Akbar!!!

[rep:alvn]

SHARE