Derita Anak-anak Tepi Barat dan Gaza: Jadi Tawanan, Tak Punya Rumah, Bekerja dan Putus Sekolah

182

GAZA, Kamis (Qudsn.ps): Setengah lebih dari total jumlah penduduk Tepi Barat dan Gaza adalah anak-anak. Demikian laporan yang dirilis Badan Statistik Palestina bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, Senin (4/4) lalu. Data jumlah anak yang usianya di bawah 18 tahun pada tahun 2015 mencapai 2.165.288 anak, yakni 1.105.663 anak laki-laki dan 1.059.288 anak perempuan. Jumlah anak laki-laki di Tepi Barat mencapai 641.557 dan 615.493 anak perempuan. Sementara jumlah anak laki-laki di Gaza sekitar 464.106 dan anak perempuan 444.132.

Sepanjang tahun 2015 lalu serdadu Zionis menangkap 2.179 anak yang usianya antara 11-18 tahun. Terjadi lonjakan mencapai 72.1% dari jumlah penangkapan pada tahun 2014. Jumlah anak yang ditangkap pada tahun 2014 mencapai 1.266, meningkat 36.0% dari tahun 2013.

Sementara itu, dari 181 jumlah korban meninggal dunia sepanjang 2015 sekitar 32 di antaranya adalah anak-anak. Jumlah korban lainnya adalah sembilan wanita dan 26 lainnya dari Gaza. Sedangkan korban luka mencapai 16.620 orang.

Selain itu, penjajah Zionis juga meningkatkan aksi kriminalnya terhadap rakyat Palestina dengan menghancurkan rumah-rumah, merampas tanah, serta mengusir warga Tepi Barat. Pada tahun 2015, tercatat pasukan penjajah Zionis menghancurkan sekitar 645 tempat tinggal penduduk provinsi Tepi Barat, termasuk kota Al-Quds sehingga mengakibatkan 2.180 orang kehilangan tempat tinggal. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.109 merupakan anak-anak. Di wilayah lain, penjajah Zionis juga menghancurkan 780 rumah.

Agresi ‘Israel’ ke Jalur Gaza pada 2014 lalu juga masih menyisahkan luka. Sekitar 72 sekolah yang menjadi target serangan berdampak negatif bagi 21.882 siswa dan 1.332 guru. Plus, kerugian material yang harus ditanggung akibat kerusakan bangunan dan properti sekolah-sekolah itu.

Tahun 2015, jumlah persentase anak-anak usia 10-14 tahun yang bekerja sekitar 2.0%, sedangkan di tahun 2012 sekitar 2.1%. Sementara anak usia 15-17 yang bekerja pada tahun 2015 mencapai 9.0%, padahal tahun 2012 hanya 7.7%. Adapun anak-anak yang bekerja dan tidak terdaftar di instansi pendidikan mana pun, dari dua rentang usia yang telah disebutkan persentasenya pada tahun 2015 adalah 15.5% dan 33.7%. Sementara anak-anak yang sekolah sambil bekerja persentasenya 1.6% dan 3.6%.

Masih di tahun 2015, sekitar 58.544 anak di Tepi Barat dan 193.505 anak di Gaza mendapat bantuan berupa uang. Bantuan juga diberikan kepada anak-anak yang menderita penyakit kronis, sekitar 4.486 di Tepi Barat dan 9.021 di Gaza. Pun, diberikan kepada anak-anak dengan keterbatasan fisik, sekitar 3.994 anak di Tepi Barat dan 7.149 anak di Gaza.* (Qudsn.ps | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

BAGIKAN