Bukan Sekedar Menghafal

323

Yang namanya menghafal itu harus siap dengan mengulang hafalan. Yang namanya menghafal itu, harus siap juga  dengan lupa yang menghadang di tengah jalan. Karena sejatinya lupa adalah salah satu sifat manusia yang tak bisa terelakkan. Kalau saja Allah tak menciptakan sifat lupa bagi manusia, bukankah justru menyeramkan? Misalnya saja, saat kita memiliki pengalaman buruk atau hal yang memalukan dengan teman atau saudara di masa kecil, lalu kita ingin sekali melupakannya, ehh… kok nggak bisa-bisa kan bikin geregetan sendiri. Saat kita memiliki pengalaman yang menyedihkan tentang keluarga atau orang terdekat kita, kemudian kita sulit melupakannya maka rasa sedih itu akan terus menghantui kita. Jadi, ada saatnya lupa itu menguntungkan bukan? Yang jelas, segala sesuatu di muka bumi ini pasti diciptakan dengan sekian banyak hikmah dibaliknya. Entah kita mengetahuinya atau tidak. Karena Allah tak mungkin menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.

Dalam menghafal, ada banyak cara dan metode sebagaimana yang terdapat pada kebanyakan buku-buku tentang menghafal di pasaran. Baik berupa metode menghafal cepat, metode menghafal mudah, metode menghafal sehafal al-Fatihah, dan lain-lain. Yang pada intinya semuanya berisi cara-cara menghafal al-Qur’an.

Nah, ini dia nih, beberapa tips buat pembaca sesuai dengan tipe masing-masing. Ada yang memiliki tipe Audio, Visual, atau yang bertipe Kinestetik, juga ada.  Cara manakah yang paling baik untuk menghafal Qur’an, dengan duduk diam, fokus pada Qur’an? Mencari tempat sepi? Atau dengan duduk bersama?

Tidak ada aturan baku dalam menghafal Qur’an. Jika Anda orang dengan kecenderungan Visual, mudah bagi Anda untuk menghafal dengan membaca Qur’an, fokus pada halaman yang akan Anda hafal, mengingat setiap detail letak huruf-huruf yang terangkai, menandai awalan ayat dengan stabilo warna warni, dan jangan mengganti Qur’an, setialah dengan Qur’an kesayangan Anda.

Jika Anda orang dengan kecenderungan Audio, mendengar murottal adalah cara terbaik bagi Anda untuk mulai menghafal. Suara-suara selain Qur’an akan mudah memecah konsentrasi Anda. Penting bagi orang dengan tipe ini untuk melafalkan Qur’an dengan suara keras yang bisa didengar setidaknya untuk dirinya sendiri.

Jika Anda memiliki kecenderungan Kinestetik, duduk diam di pojokan sama sekali bukan gaya yang pas. Anda bisa tertidur, bukan malah menghafal. Jalan-jalan, menggerakkan tangan, adalah cara terbaik dalam menghafal bai orang bertipe ini. Menghafal setiap ayat membuat Anda mengimajinasikan berbagai gerakan yang menceritakan ayat tersebut.

Ada berbagai macam gaya dalam menghafal Qur’an. Setiap orang punya cara tersendiri dalam menghafal setiap ayat-Nya. Jangan merasa sedih jika proses yang Anda tempuh dalam menghafal Qur’an tak semudah teman-teman lainnya. Jangan merasa bodoh jika Anda menghabiskan waktu lama dalam menghafal setiap ayat-Nya. Apalagi jangan juga merasa pintar ketika diberi kemudahan dan waktu yang cepat dalam menghafal ayat-Nya.

Yang membuat kita hafal Qur’an, bukan karena kecerdasan, atau usaha yang sangat minim kita sebagai manusia bisa lakukan. Tapi karena Allah Yang Maha Baik mengizinkan kita, memberi kita kesempatan, untuk bisa menghafal ayat-Nya. Pada akhirnya, selama proses yang dijalani senantiasa mengharap berkah-Nya, semoga Allah Yang Maha Pengasih mengizinkan hati kita untuk disentuh dengan ayat-Nya, menghafalnya, mempelajarinya, dan berusaha mengamalkannya. Jangan berputus asa mengharap rahmat serta ridho-Nya. Karena Allah ingin melihat usaha kita, bukan hasil semata.

Wallahua’lam.

 

Ditulis oleh Layla El Fyah, Mahasiswi STIQ Isy Karima

 

BAGIKAN