Buah Kejujuran

421

Setiap orang menyukai kejujuran. Seorang pembohong sekalipun tidak suka dibohongi atau disebut sebagai liar (pembohong). Karena jujur adalah sifat dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, entah tua maupun muda, kaya atau miskin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang terjujur sejagad raya ini. Tidak ada orang yang lebih jujur dari beliau. Tak heran bila belia shalallahu ‘alaihi wa sallam diberi gelar al-‘Amin (orang terpercaya atau teramanah).

Mengerjakan sebuah amal kebaikan ibarat menanam sebuah tumbuhan. Pada setiap kebaikan yang ditanam  dapat dipetik manisnya buah kebaikan. Setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan bermanfaat, terkhusus bagi diri kita sendiri. Allah berkalam dalam surat An-Naml : 89

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ 

“Barangsiapa yang membawa kebaikan, Maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.”

Begitu juga dengan sebuah kejujuran. Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan setidaknya ada tiga manfaat yang bisa kita dapatkan dari sebuah kejujuran :

  1. Kepercayaan

Kejujuran bisa mendatangkan kepercayaan. Orang lebih mempercayai seorang yang jujur daripada pendusta.

  1. Rasa cinta

Kejujuran mendatangkan rasa cinta. Seorang yang jujur akan lebih dicinta daripada pendusta atau pembohong.

  1. Rasa hormat

Kejujuran mendatangkan rasa hormat. Seorang yang jujur akan lebih dihormati dan dihargai daripada seorang pendusta.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim no 2607, berderajat shahih)

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu berbuat jujur, karena kejujuran membawa kepada kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan yang dilandasi dengan ketaatan dan keimanan kepada Allah. Jujur merupakan tanda sempurnanya keislaman dan timbangan keimanan seseorang. Karena itu, orang yang jujur akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.

Seorang yang jujur lebih disenangi orang lain dibandingkan pendusta. Setiap orang akan merasa aman berdampingan dengan si jujur, baik itu kawan atau lawan. Beda dengan pendusta, yang bahkan kawannya sendiri merasa tidak aman berada di dekatanya.

Jujur bukan hanya sekedar dalam ucapan, tetapi juga dalam perbuatan. Ibnul Qayyim dalam Madaarijus Salikin mengatakan bahwa jujur itu bukan hanya berkata benar, tetapi jujur adalah menyesuaikan ucapan dengan perbuatan dengan apa yang ada di dalam hati. Seorang tholibul ‘ilm (pencari ilmu) juga dituntut jujur dalam ilmunya. Maksudnya adalah hendaknya seorang tholibul ‘ilm tidak menyembunyikan ilmu yang dimilikinya dan mengajarkannya kepada orang lain yang belum tahu. Bukan hanya itu, seorang tholibul ‘ilm juga harus jujur dengan ilmunya, yaitu dengan mengamalkan ilmu yang sudah diketahuinya.

Mari kita lestarikan jujur dan tanamkan kepada adik-adik kecil kita maupun anak-anak kita. Tanam kejujuran dalam diri kita untuk memetik manisnya buah kejujuran.

Wallahu ta’ala a’lam

BAGIKAN